Pesakit yang menjalani proses kuarantin seorang diri selama 14 hari akibat Covid-19 pastinya berasa sunyi dan bosan di dalam hospital.

Perkara inilah yang terpaksa dihadapi seorang gadis Indonesia, Cinta Aditia yang dikuarantin di sebuah hospital di Kota Banjar selama 18 hari sebelum disahkan negatif pada dua hari yang lepas, lapor Detik News.

Malah, lebih bermakna apabila keputusan ujian saringan negatif Covid-19 itu kebetulan diterima pada hari ulangtahun kelahirannya yang ke-22.

Beberapa frontliners Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banjar telah membuat kejutan dengan menghadiahkan kek kepada Aditia bagi meraikan hari istimewanya itu.


Aditia ternyata sebak dan terharu atas usaha ‘frontliner’ menjayakan kejutan tersebut walaupun sibuk merawat ramai lagi pesakit lain dan idak menyangka akan mendapat layanan seperti itu.

Bercerita bagaimana dirinya mendapat jangkitan wabak tersebut, Aditia berkata dia mengalami gejala batuk dan sesak nafas pada 27 Mac lalu selain mempunyai sejarah perjalanan ke Jakarta.

Video Frontliners hadiahkan kek buat Cinta Aditia 

Namun dia bernasib baik setelah 2 minggu dikuarantin akhirnya Aditia disahkan bebas dari wabak COVID-19 tersebut.

"Your favorite story, whatever it might be, was written for one reader." Brian Bloom, 5 to 7.